BPBD - WEBSITE RESMI BPBD WONOSOBO

BPBD
Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Tim Gabungan Fokus Perluasan Area, Posko Penanganan Karhutla Gunung Sumbing Dipindahkan ke Basecamp Stikpala Ds. Butuh
Berita
admin bpbd wonosobo 21 Okt 2026
4

Tim Gabungan Fokus Perluasan Area, Posko Penanganan Karhutla Gunung Sumbing Dipindahkan ke Basecamp Stikpala Ds. Butuh

WONOSOBO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo merilis laporan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Gunung Sumbing. Berdasarkan informasi awal dari porter pendakian via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, insiden kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.Titik awal kebakaran teridentifikasi berada di kisaran ketinggian 2.500 hingga 2.700 mdpl pada Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Evakuasi Pendaki Berjalan Aman dan Nihil KorbanSejak hari pertama kejadian (H-1), Senin (19/10), tim gabungan dari berbagai basecamp bersama unsur Basarnas bergerak cepat melakukan upaya pemadaman manual sekaligus mengevakuasi seluruh pendaki. Tercatat sebanyak 152 pendaki yang sesuai dengan data registrasi berhasil dievakuasi turun dengan selamat. BPBD memastikan bahwa hingga saat ini korban jiwa maupun korban luka dilaporkan nihil.Kendala Lapangan dan Perkembangan Titik Api (H-2)Pada Selasa, 20 Oktober 2026 (H-2), sebanyak ±250 personel dari unsur tim gabungan dibagi menjadi 5 regu untuk diberangkatkan menuju Pos 3 area kebakaran via Gajah Mungkur.Meskipun titik api di Petak 29 berhasil dipadamkan, kondisi cuaca yang terik, angin kencang, serta medan yang terjal membuat api meluas ke arah barat daya. Pergerakan api kini mengarah ke jalur pendakian via Desa Bowongso dan jalur pendakian Stikpala Desa Butuh.Operasi pemadaman di lapangan ditarik kembali ke posko pada pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil karena pertimbangan keselamatan tim, mengingat waktu yang mendekati petang, jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal, serta medan berat berupa lembah terjal dengan hamparan rumput yang tinggi dan kering.Pemindahan Posko Lapangan & Rencana Operasi Lanjutan (H-3)Mengingat arah perluasan api yang mendekati wilayah jalur pendakian Stikpala Desa Butuh, terhitung mulai hari ini posko lapangan penanganan kebakaran Gunung Sumbing dipindahkan ke Basecamp Stikpala Dsn. Garung, Ds. Butuh, Kec. Kalikajar.Rencana Operasi (Renops) hari ketiga (H-3) pada Rabu, 21 Oktober 2026, akan diawali dengan apel pagi bersama tim gabungan pada pukul 07.00 WIB untuk kembali melanjutkan strategi penanganan dan pemadaman titik api lanjutan.Unsur TerlibatPenanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang terdiri dari: BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Yonif TP 444 SSN, Pemerintah Kecamatan Kalikajar, Dinsos, DLH, Perhutani, Puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, Pemdes Lamuk, warga masyarakat, gabungan pengelola basecamp, serta segenap relawan gabungan.BPBD Kabupaten Wonosobo terus memantau situasi secara berkala dan mengimbau masyarakat serta pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Informasi perkembangan lanjutan akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi BPBD.Narahubung / Media Center BPBD Kabupaten Wonosobo:Call Center: 112 (Bebas Pulsa 24 Jam)WhatsApp: 081311116976Telp/Fax: 0286-322908Email: [email protected]: @bpbdwonosoboWebsite: bpbd.wonosobokab.go.id

KEBAKARAN HUTAN TERJADI DI GUNUNG SUMBING, 152 PENDAKI BERHASIL DIEVAKUASI
Berita
admin bpbd wonosobo 20 Okt 2026
36

KEBAKARAN HUTAN TERJADI DI GUNUNG SUMBING, 152 PENDAKI BERHASIL DIEVAKUASI

Wonosobo, 19 Oktober 2026 — Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Sumbing pada Senin (19/10/2026). Informasi awal diterima dari porter pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Upaya Penanganan dan EvakuasiMenindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan dari sejumlah basecamp pendakian bersama unsur terkait telah melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Selain itu, tim basecamp bersama Basarnas telah melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.Hingga laporan ini disusun, kebakaran belum berhasil dipadamkan. Operasi pemadaman pada malam hari belum dapat dilanjutkan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, sementara api dilaporkan terus meluas dan angin bertiup cukup kencang.Adapun luas area yang terdampak kebakaran hingga saat ini masih dalam proses pendataan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.Rencana Operasi LanjutanBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur gabungan merencanakan evaluasi dan operasi penanganan serta pemadaman lanjutan pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan dijadwalkan diawali dengan apel pagi pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian tim dan pelaksanaan operasi sesuai hasil evaluasi serta kondisi di lapangan.Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini meliputi BPBD Kabupaten Wonosobo, TNI, Polri, Kecamatan Kalikajar, Pemerintah Desa Lamuk, Perhutani, gabungan basecamp pendakian, serta relawan gabungan.ImbauanBPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, dan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Sumbing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran hutan. Masyarakat dan pendaki diharapkan mematuhi arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.Perkembangan situasi dan upaya penanganan kebakaran akan disampaikan lebih lanjut sesuai hasil pemantauan dan laporan tim gabungan di lapangan.

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Wonosobo Salurkan 30.000 Liter Air Bersih ke Desa Trimulyo Wadaslintang
Berita
admin bpbd wonosobo 14 Okt 2026
21

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Wonosobo Salurkan 30.000 Liter Air Bersih ke Desa Trimulyo Wadaslintang

WONOSOBO, 14 Oktober 2026 – Guna menangani krisis air bersih akibat musim kemarau di wilayah rawan kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 30.000 liter (6 armada tangki) ke Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, pada Selasa (13/10/2026).Kegiatan droping air bersih yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.30 WIB tersebut menyasar 7 titik pemukiman warga yang paling terdampak di Desa Trimulyo, yaitu:Dusun Menggora: RT 01, 02, 06 (RW 07) dan RT 05Dusun Jebengan: RT 05, 06, 08, 09, dan 10 (RW 04)Dusun Kalisat: RT 08Penyaluran air bersih ini berhasil menjangkau 354 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 960 jiwa yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan harian.Aksi pengiriman air bersih ini berjalan lancar berkat kolaborasi dan sinergi lintas unsur di lapangan, yang melibatkan personel BPBD Kabupaten Wonosobo, Polsek Wadaslintang, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Wadaslintang, RPB Sobo Alas, serta Pemerintah Desa Trimulyo."Pendistribusian air bersih ini merupakan komitmen berkelanjutan BPBD Wonosobo untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak kemarau tetap terpenuhi. Kami berterima kasih atas sinergi jajaran TNI-Polri, tim relawan, dan perangkat desa yang sigap membantu proses pembagian air di lapangan," ujar [Jay / TRC BPBD Kabupaten Wonosobo].BPBD Kabupaten Wonosobo terus memantau dinamika pasokan air di berbagai kecamatan dan mengimbau desa-desa yang mulai mengalami krisis air bersih untuk segera berkoordinasi melalui saluran resmi agar jadwal pendistribusian air dapat segera dipetakan.

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.