BPBD - WEBSITE RESMI BPBD WONOSOBO

BPBD
Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Kebakaran Hutan di Gunung Pakuwaja, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyisiran Area Terdampak
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
22

Kebakaran Hutan di Gunung Pakuwaja, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyisiran Area Terdampak

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Pakuwaja, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyisiran lokasi, serta pembuatan sekat bakar untuk mengantisipasi penyebaran api.Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh masyarakat pada Sabtu (18/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Warga melihat kepulan asap di kawasan hutan lindung lereng Prambanan, tepatnya di petak 7-7, dengan luas baku kawasan mencapai 22,3 hektare.Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di sekitar kawasan. Tim gabungan kemudian melakukan penanganan dengan membagi personel ke empat titik, yaitu Parikesit, Sembungan, Sikapuk, dan Lumping, agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih menyebar.Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.25 WIB. Selanjutnya, personel basecamp tetap bersiaga di puncak hingga sekitar pukul 19.15 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewat.Bara Api Kembali MunculPada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, kembali terpantau kepulan asap di petak 7-4. Kemunculan asap tersebut diduga berasal dari sisa bara api kebakaran sebelumnya. Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman hingga pukul 20.00 WIB, dengan penanganan lanjutan direncanakan pada hari berikutnya.Pada Kamis (22/10/2026), sekitar 40 personel gabungan kembali diterjunkan untuk melakukan penyisiran, pemadaman, dan pembuatan sekat bakar di area terdampak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan potensi penyebaran api sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa bara.Estimasi Luas Area TerbakarBerdasarkan laporan penanganan per 22 Oktober 2026, estimasi luas area terbakar tercatat sebagai berikut:Petak 7-4: sekitar 1,25 hektare.Petak 7-7: sekitar 3,44 hektare.Dengan demikian, estimasi luas area terbakar pada kedua petak tersebut mencapai sekitar 4,69 hektare, berdasarkan angka yang dilaporkan. Data ini merupakan estimasi dan dapat diperbarui sesuai hasil verifikasi di lapangan.Vegetasi yang terdampak meliputi cemara siup, Acacia decurrens, pakis, dan krinyu. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan penanganan kebakaran.Libatkan Berbagai UnsurPenanganan karhutla Gunung Pakuwaja melibatkan sekitar 40 personel dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Koramil Kejajar, Kecamatan Kejajar, Perhutani, Bagana, RPB Kejajar, paguyuban ojek, serta pengelola basecamp pendakian, termasuk Basecamp Seroja via Tieng, Basecamp Pakuwaja via Parikesit, Basecamp Pakuwaja via Sembungan, dan Basecamp Bismo.Selain melakukan asesmen, koordinasi, pemadaman, dan penanganan, pengelola Basecamp Pakuwaja via Parikesit juga menyusun jadwal pemantauan langsung untuk memastikan kondisi kawasan tetap terpantau dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.Imbauan kepada MasyarakatBPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, pengelola basecamp, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Pakuwaja agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran kepada petugas maupun pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.Upaya pemantauan dan koordinasi lintas unsur akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.BPBD Kabupaten WonosoboJl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, Selomerto, Kabupaten Wonosobo.Kontak Informasi:WhatsApp: 0813-1111-6976Telepon/Faks: (0286) 322908Email: [email protected]: https://bpbd.wonosobokab.go.idInstagram: https://instagram.com/bpbdwonosobo

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
17

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing. Memasuki hari keempat penanganan, Kamis (22/10/2026), tim gabungan kembali diterjunkan untuk memantau sejumlah titik api yang teramati di beberapa lokasi kawasan gunung tersebut.Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB oleh porter pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar. Berdasarkan laporan awal, kebakaran terjadi pada ketinggian sekitar 2.500–2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Sejak laporan diterima, upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dan kerja sama berbagai unsur terkait, termasuk tim pengelola basecamp pendakian, relawan, serta petugas dari instansi terkait.Penanganan Berlangsung Selama Empat HariPada hari pertama, Senin (19/10/2026), tim gabungan dari sejumlah basecamp melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Bersamaan dengan itu, tim basecamp bersama Basarnas melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.Memasuki hari kedua, Selasa (20/10/2026), sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan. Tim dibagi menjadi lima regu dan bergerak menuju Pos 3 melalui jalur pendakian Gajah Mungkur. Saat itu, kebakaran di petak 29 dilaporkan telah padam, tetapi api di sisi barat daya masih meluas dan mengarah ke jalur pendakian Gunung Sumbing melalui Desa Bowongso serta jalur Stikpala, Desa Butuh.Operasi kemudian dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB karena kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penanganan hingga petang. Kabut tebal membatasi jarak pandang, sementara medan menuju titik api berupa lembah terjal dengan hamparan rumput tinggi dan kering yang berisiko bagi keselamatan personel.Dengan mempertimbangkan arah perluasan kebakaran, posko lapangan dipindahkan ke Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, guna mendukung koordinasi dan pemantauan di lapangan.Pada hari ketiga, Rabu (21/10/2026), sekitar 300 personel gabungan dikerahkan melalui dua jalur, yakni jalur pendakian Stikpala, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, dan jalur Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran. Kedua tim bergerak menuju Pos 3 atau titik penanganan kebakaran.Berdasarkan evaluasi pada pukul 18.00 WIB, area yang menjadi fokus penanganan dilaporkan telah terbakar dan api di lokasi tersebut telah padam. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, kembali terlihat kobaran api di wilayah sebelah barat, dekat perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, tim gabungan memutuskan untuk melanjutkan pemantauan dan monitoring secara berkala guna memastikan tidak ada lagi titik api.Pada hari keempat, Kamis (22/10/2026), sekitar 70 personel gabungan kembali melaksanakan apel dan bergerak menuju Pos 2 untuk melakukan pemantauan. Dalam kegiatan tersebut, tim mengamati tiga titik api, yaitu di bawah punggungan Pos 2 jalur lama, di sebelah timur Pos 2 jalur lama ke arah Temanggung, serta di area In Memoriam.Tim ditarik turun sekitar pukul 16.00 WIB karena waktu menjelang malam dan kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi. Pemantauan lanjutan dijadwalkan kembali pada Jumat (23/10/2026).Estimasi Luas Kebakaran dan Kendala LapanganBerdasarkan laporan Perhutani pada 21 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB, estimasi luas area terbakar tercatat mencapai sekitar 347 hektare, yang tersebar pada beberapa petak, yaitu petak 23-1, 23-2, 29-1, 29-2, 29-3, 29-6, dan 29-7.Sementara itu, laporan Perhutani pada 22 Oktober 2026 pukul 18.55 WIB mencatat adanya area terbakar tambahan dengan estimasi luas sekitar 15 hektare pada petak 23-2, 23-4, dan 23-6. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan laporan lapangan dan masih memerlukan pemutakhiran lebih lanjut.Dalam proses penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca yang cukup panas, angin yang relatif kencang, medan terjal, serta hamparan rumput tinggi dan kering. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi penanganan dan keselamatan personel di lapangan.Berdasarkan data sementara hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian kebakaran tersebut.Libatkan Berbagai UnsurPenanganan kebakaran hutan Gunung Sumbing melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Kesra, Tim Labfor Polda Jawa Tengah, Yonif TP 444 SSN, BAZNAS, Kecamatan Kalikajar, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Perhutani, puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, pemerintah desa, warga, pengelola basecamp, serta relawan gabungan.Sinergi lintas instansi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan, pemantauan, serta pengurangan risiko kebakaran di kawasan Gunung Sumbing.Pemantauan Dilanjutkan, Masyarakat Diimbau Tetap WaspadaBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait akan melanjutkan pemantauan dan monitoring ke lokasi kebakaran secara berkala, termasuk pada Jumat (23/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kemungkinan munculnya kembali titik api, serta mendukung tindak lanjut penanganan sesuai perkembangan situasi.Masyarakat, pendaki, pengelola basecamp, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Sumbing diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Informasi mengenai kondisi jalur pendakian dan perkembangan penanganan hendaknya diperoleh melalui sumber resmi dan pengelola basecamp terkait.BPBD Kabupaten Wonosobo akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada masyarakat.Sumber informasi: Situation Report (SITREP) IV BPBD Kabupaten Wonosobo, 22 Oktober 2026.Kontak Informasi BPBD Kabupaten WonosoboWhatsApp: 0813-1111-6976Telepon/Faks: (0286) 322908Email: [email protected]: https://bpbd.wonosobokab.go.idInstagram: https://instagram.com/bpbdwonosoboBPBD Kabupaten WonosoboJl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

UPDATE PENANGANAN KEBAKARAN HUTAN DI GUNUNG SUMBING: TIM GABUNGAN TERUS LAKUKAN MONITORING DAN PEMANTAUAN BERKALA
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
4

UPDATE PENANGANAN KEBAKARAN HUTAN DI GUNUNG SUMBING: TIM GABUNGAN TERUS LAKUKAN MONITORING DAN PEMANTAUAN BERKALA

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo bersama unsur gabungan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing yang telah berlangsung sejak Senin, 19 Oktober 2026 lalu.Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh porter pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada Senin (19/10/2026) pukul 15.00 WIB. Titik api awal teridentifikasi berada di kisaran ketinggian 2.500 hingga 2.709 mdpl, tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Evakuasi Pendaki dan Pergerakan Titik ApiSejak hari pertama kejadian (H-1), tim gabungan bersama Basecamp dan Basarnas bergerak cepat melakukan evakuasi. Sebanyak 152 orang pendaki yang terdaftar sesuai registrasi berhasil dievakuasi dengan selamat.Operasi pemadaman darat melibatkan ratusan personel gabungan yang dibagi ke dalam beberapa regu. Pada hari kedua (Selasa, 20/10/2026), tim sempat mendaki hingga Pos 3 via Gajah Mungkur. Meskipun api di Petak 29 terpantau padam, tiupan angin kencang dan cuaca terik membuat api menjalar meluas ke arah barat daya menuju jalur pendakian via Desa Bowongso serta jalur Stikpala Desa Butuh. Demi keamanan personel akibat jarak pandang terbatas dan medan terjal berkabut tebal menjelang petang, operasi di hari kedua ditarik sementara ke posko.Memasuki hari ketiga (Rabu, 21/10/2026), posko lapangan resmi dipindahkan ke Basecamp Stikpala Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, menyusul pergerakan arah angin dan luasnya area terdampak. Sebanyak kurang lebih 300 personel gabungan dikerahkan melalui dua jalur pendakian (Stikpala Ds. Butuh dan Ds. Banyumudal Kec. Sapuran) untuk melakukan penyisiran dan pemadaman di titik-titik kebakaran.Situasi Terkini dan Kendala LapanganBerdasarkan hasil evaluasi tim pada Rabu malam (21/10/2026) pukul 18.00 WIB, sebagian besar area penanganan di lokasi utama dilaporkan telah habis terbakar dan padam. Namun, hasil pemantauan visual dari Basecamp Stikpala mendapati kemunculan kembali titik api di sebelah barat yang berada di area perbatasan antara wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung.Kendala utama yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan meliputi:Cuaca yang cukup terik dan panas.Tiupan angin yang cukup kencang.Medan geografis yang terjal dan curam.Hamparan rumput yang tinggi serta kering sehingga memicu cepatnya rambatan api.Berdasarkan pendataan sementara, estimasi luas area yang terdampak kebakaran mencapai ± 306 Hektar (meliputi Petak 29-1 dan 23-1) dengan jenis vegetasi yang terbakar berupa semak belukar di kawasan hutan lindung / rimba campur. Puji syukur, hingga saat ini korban jiwa maupun korban luka dilaporkan nihil. Seluruh pendaki dipastikan selamat.Rencana Operasi Selanjutnya (H-4)Pada hari Kamis, 22 Oktober 2026 ini, tim gabungan fokus melaksanakan agenda pemantauan dan monitoring lanjutan secara berkala ke lokasi area kebakaran guna memastikan tidak ada lagi sisa titik api (flare-up) yang dapat membahayakan kawasan hutan dan lingkungan sekitar.Unsur TerlibatPenanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat, yang terdiri dari: BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Yonif TP 444 SSN, Pemerintah Kecamatan Kalikajar, Dinsos, DLH, Perhutani, Puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, Pemdes Lamuk, warga masyarakat, pengelola gabungan basecamp, serta unsur relawan gabungan.BPBD Kabupaten Wonosobo terus mengimbau masyarakat, para pendaki, dan stakeholder terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang kering dan potensi angin kencang di kawasan pegunungan.Kontak Darurat / Call Center BPBD Kabupaten Wonosobo:WhatsApp: 081311116976Telp/Fax: 0286-322908Email: [email protected]

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.