BPBD - WEBSITE RESMI BPBD WONOSOBO

BPBD
Berita & Informasi

Postingan Terbaru Dari Kami

Terhubung dengan setiap perkembangan pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Kabupaten Wonosobo.

Lihat Semua Berita
Relawan Nandur, Upaya Bersama Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Mengurangi Risiko Bencana di Gunung Kembang
Berita
admin bpbd wonosobo 05 Nov 2026
2

Relawan Nandur, Upaya Bersama Menjaga Kelestarian Lingkungan dan Mengurangi Risiko Bencana di Gunung Kembang

WONOSOBO – Semangat menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui kegiatan Relawan Nandur yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di kawasan Basecamp Gunung Kembang via Kasiyan, Kabupaten Wonosobo.Kegiatan ini diprakarsai oleh Oemah Alam Mandala – Rumah Singgah dan Rumah Relawan melalui program penanaman pohon bertajuk “Tirta Aji Green Action 2026”. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap kelestarian kawasan pegunungan, konservasi sumber daya air, serta upaya mengurangi risiko bencana.Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, sambutan, serta penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan relawan. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi dan demonstrasi tata cara penanaman sebelum bersama-sama melakukan penanaman di kawasan Puncak Cemoro, Gunung Kembang.Dalam kegiatan tersebut, relawan dan peserta turut berpartisipasi secara langsung dalam proses penanaman bibit pohon. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hutan dan lingkungan pegunungan.Bagi wilayah pegunungan seperti Wonosobo, keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air, serta mengurangi potensi erosi dan tanah longsor.Melalui kegiatan Relawan Nandur, diharapkan tumbuh semangat gotong royong dan kepedulian berbagai pihak untuk terus menjaga kelestarian alam. Upaya penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.Satu pohon yang ditanam hari ini merupakan harapan bagi lingkungan yang lebih lestari dan Wonosobo yang lebih tangguh terhadap bencana.Mari bersama menjaga alam, karena menjaga lingkungan adalah bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.

BPBD WONOSOBO SUSUN DOKUMEN RENCANA KONTINGENSI GERAKAN TANAH TAHUN 2026
Berita
admin bpbd wonosobo 04 Nov 2026
5

BPBD WONOSOBO SUSUN DOKUMEN RENCANA KONTINGENSI GERAKAN TANAH TAHUN 2026

WONOSOBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo melaksanakan kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Gerakan Tanah Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 pada 28–29 Oktober 2026, bertempat di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo.Kegiatan ini merupakan upaya memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, khususnya dalam menghadapi potensi bencana gerakan tanah atau tanah longsor di wilayah Kabupaten Wonosobo.Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Camat se-Kabupaten Wonosobo, serta unsur terkait lainnya. Dukungan fasilitator dan narasumber berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG Banjarnegara, dan BPBD Provinsi Jawa Tengah.Dalam laporan Ketua Panitia, disampaikan bahwa penyusunan dokumen rencana kontingensi ini bertujuan membangun komitmen dan kesiapan bersama lintas sektor, baik pemerintah, masyarakat, akademisi maupun dunia usaha melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).Dokumen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi pedoman operasional dalam menentukan langkah penanganan apabila terjadi bencana gerakan tanah dengan skala dampak besar. Termasuk di dalamnya pemetaan kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing unsur terkait.Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo dalam sambutannya menegaskan bahwa bencana memang tidak sepenuhnya dapat diprediksi maupun dicegah. Namun, risiko, dampak, dan kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan melalui kesiapsiagaan dan upaya pengurangan risiko bencana.Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kecepatan bantuan dari luar, tetapi juga oleh kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat sejak detik-detik pertama terjadinya bencana.Masyarakat menjadi pihak pertama yang berhadapan langsung dengan ancaman bencana sekaligus memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan gotong royong seluruh elemen agar penanganan bencana dapat berjalan secara terpadu dan efektif.Dalam arahannya, Kepala Pelaksana BPBD juga mengajak seluruh peserta untuk menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing serta membangun kerja sama yang kuat dalam penanggulangan bencana, tanpa mengedepankan kepentingan sektoral.Kegiatan Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi Gerakan Tanah Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wonosobo.Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman, koordinasi, serta kesiapan sumber daya seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi bencana gerakan tanah. Dokumen yang dihasilkan nantinya diharapkan menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan penanganan darurat sehingga risiko korban jiwa, kerugian, dan dampak bencana dapat diminimalkan.BPBD Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor guna mewujudkan masyarakat Wonosobo yang tangguh menghadapi bencana.Salam Tangguh! Salam Kemanusiaan!BPBD Kabupaten Wonosobo

Tanah Longsor di Desa Besuki, Wadaslintang
Berita
admin bpbd wonosobo 25 Okt 2026
56

Tanah Longsor di Desa Besuki, Wadaslintang

WONOSOBO, 25 Oktober 2026 – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo, termasuk Kecamatan Wadaslintang, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan kejadian tanah longsor di Desa Besuki, RT 01 RW 01, Dusun Sikapat, Kecamatan Wadaslintang, pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.Berdasarkan laporan awal yang diterima BPBD Kabupaten Wonosobo melalui grup WhatsApp relawan, kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat hingga pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari. Hujan yang masih berlangsung menyebabkan air menggenang di sekitar senderan rumah yang baru selesai dibangun hingga mengakibatkan struktur senderan roboh.Material longsoran menimpa bagian tembok dan atap rumah milik Bapak Maryoto (70), yang dihuni oleh dua orang. Akibat kejadian tersebut, tembok rumah mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 10 meter, sementara sebagian besar bagian atap rumah juga mengalami kerusakan.Adapun senderan yang roboh diketahui memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 12 meter. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp10.000.000.Penanganan dan KoordinasiBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian, koordinasi penanganan, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor saat hujan dengan intensitas tinggi.Gotong royong telah dilakukan untuk membersihkan material longsoran dan membantu proses pembersihan serta perbaikan rumah terdampak. Adapun rencana penanganan lanjutan masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa Besuki.Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian meliputi BPBD Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Wadaslintang, Koramil Wadaslintang, Polsek Wadaslintang, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Wadaslintang, Pemerintah Desa Besuki, Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Besuki, serta masyarakat setempat.Kebutuhan PascakejadianUntuk mendukung proses perbaikan rumah terdampak, kebutuhan yang telah diidentifikasi meliputi seng, paku, semen, dan permakanan.BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, lereng, talud, maupun bangunan penahan tanah. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah, tembok penahan yang mulai bergeser, atau munculnya rembesan air yang tidak biasa.Apabila terjadi keadaan darurat kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Wonosobo melalui Call Center Pusdalops di nomor 0813-1111-6976 atau telepon (0286) 322908.BPBD Kabupaten Wonosobo terus mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana.Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

Layanan Aplikasi

Jelajahi Layanan Digital Kabupaten Wonosobo

Akses cepat ke berbagai platform layanan publik digital resmi Pemkab Wonosobo.