Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, BPBD Wonosobo Gelar Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Kajeksan dan Garunglor, Kecamatan Sukoharjo
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, BPBD Wonosobo Gelar Pembentukan Desa Tangguh Bencana di Desa Kajeksan dan Garunglor, Kecamatan Sukoharjo.Wonosobo, 5 Oktober 2026 – Dalam Upaya memperkuat kapasitas masayarakat berbasis komunitas di daerah rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan kegiatan Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana). Kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 28 hingga 30 September di Balai Desa Kajeksan dan tanggal 1hingga 2 Oktober 2026 yang bertempat di Balai Desa Garunglor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini diikuti secara antusias oleh berbagai elemen masyarakat dari kedua desa tersebut, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, pengurus Pemberdayaan Kesejahtera Keluarga (PKK), kader Kesehatan, pemuda, relawan hingga warga setempat. Pembentukan Destana bertujuan untuk membangunn kemandirian masyarakat dalam mengenali ancaman bencana, menyusunn pemetaan resiko, serta merumuskan rencana jalur evakuasi dan penanganan darurat secara mandiri sebelum bantuan dari pihak luar tiba. Melalui pembentukan Destana ini, BPBD Wonosobo mendorong masyarakat untuk berpartisipasi bukan hanya menanggulangi, namun juga aktif berpartisipasi dalam melakukan pencegahan serta kesiapsiagaan mandiri. “Masyarakat adalah yang pertama berhadapan langsung dengan bencana. Melalui kegiatan Destana ini, kami tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa serta melatih kesiapsiagaan warga agar tanggap, tangkas, tangguh dan terampil saat situasi darurat terjadi," ujar Sumekto Hendro Kustanto, Kalak BPBD Wonosobo.Rangkaian kegiatan yang dilakukan selama lima hari meliputi:Identifikasi & Pemetaan Risiko Bencana: Mengidentifikasi potensi ancaman alam serta wilayah rawan bencana di Desa Kajeksan dan Garunglor.Penyusunan Sistem Peringatan Dini & SOP Evakuasi: Merumuskan alur komunikasi darurat dan titik kumpul aman berbasis sumber daya lokal.Penguatan Peran Perempuan & Relawan: Mengoptimalkan peran PKK dan kader desa dalam manajemen penanggulangan bencana, khususnya penanganan kelompok rentan (anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas).Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB): Mengukuhkan wadah relawan tingkat desa sebagai penggerak kesiapsiagaan warga secara berkelanjutan.Simulasi/Simulasi Mandiri Evakuasi: Uji coba skenario penyelamatan diri saat terjadi bencana.Dengan terlaksananya pembentukan Destana diharapkan masyarakat Desa Kajeksan dan Desa Garunglor mampu menjadi desa yang mandiri, adaptif, serta Tangguh dalam menghadapi potensi Risiko bencana di wilayah Kecamatan Sukoharjo.