Tanah Longsor di Desa Besuki, Wadaslintang
Berita
admin bpbd wonosobo 25 Okt 2026
16

Tanah Longsor di Desa Besuki, Wadaslintang

WONOSOBO, 25 Oktober 2026 – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Wonosobo, termasuk Kecamatan Wadaslintang, sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan kejadian tanah longsor di Desa Besuki, RT 01 RW 01, Dusun Sikapat, Kecamatan Wadaslintang, pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.Berdasarkan laporan awal yang diterima BPBD Kabupaten Wonosobo melalui grup WhatsApp relawan, kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung sejak sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat hingga pukul 02.00 WIB Sabtu dini hari. Hujan yang masih berlangsung menyebabkan air menggenang di sekitar senderan rumah yang baru selesai dibangun hingga mengakibatkan struktur senderan roboh.Material longsoran menimpa bagian tembok dan atap rumah milik Bapak Maryoto (70), yang dihuni oleh dua orang. Akibat kejadian tersebut, tembok rumah mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 10 meter, sementara sebagian besar bagian atap rumah juga mengalami kerusakan.Adapun senderan yang roboh diketahui memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan panjang kurang lebih 12 meter. Kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp10.000.000.Penanganan dan KoordinasiBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait telah melakukan asesmen di lokasi kejadian, koordinasi penanganan, serta menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya tanah longsor saat hujan dengan intensitas tinggi.Gotong royong telah dilakukan untuk membersihkan material longsoran dan membantu proses pembersihan serta perbaikan rumah terdampak. Adapun rencana penanganan lanjutan masih menunggu hasil koordinasi dengan Pemerintah Desa Besuki.Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian meliputi BPBD Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Wadaslintang, Koramil Wadaslintang, Polsek Wadaslintang, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Kecamatan Wadaslintang, Pemerintah Desa Besuki, Kampung Siaga Bencana (KSB) Desa Besuki, serta masyarakat setempat.Kebutuhan PascakejadianUntuk mendukung proses perbaikan rumah terdampak, kebutuhan yang telah diidentifikasi meliputi seng, paku, semen, dan permakanan.BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar tebing, lereng, talud, maupun bangunan penahan tanah. Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor, seperti retakan tanah, tembok penahan yang mulai bergeser, atau munculnya rembesan air yang tidak biasa.Apabila terjadi keadaan darurat kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi BPBD Kabupaten Wonosobo melalui Call Center Pusdalops di nomor 0813-1111-6976 atau telepon (0286) 322908.BPBD Kabupaten Wonosobo terus mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi potensi bencana.Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.

KEBAKARAN HUTAN GUNUNG SUMBING DI WILAYAH WONOSOBO DINYATAKAN PADAM, LUAS TERBAKAR MENCAPAI 362 HEKTARE
Berita
admin bpbd wonosobo 24 Okt 2026
37

KEBAKARAN HUTAN GUNUNG SUMBING DI WILAYAH WONOSOBO DINYATAKAN PADAM, LUAS TERBAKAR MENCAPAI 362 HEKTARE

Wonosobo, 23 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo melaporkan bahwa kebakaran hutan di Gunung Sumbing, wilayah Kabupaten Wonosobo, telah dinyatakan PADAM pada Jumat, 23 Oktober 2026, pukul 16.30 WIB, berdasarkan laporan tim gabungan di lapangan.Kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Senin, 19 Oktober 2026, tersebut terjadi di kawasan hutan Gunung Sumbing pada ketinggian sekitar 2.500–2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara. Informasi awal diterima dari porter pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar.Berdasarkan laporan Perhutani hingga 22 Oktober 2026, total luas kawasan yang terbakar tercatat mencapai 362 hektare. Kebakaran melanda kawasan KPH Kedu Utara, BKPH Wonosobo, RPH Kleseman, dan RPH Anggrungondok. Jenis vegetasi yang terdampak meliputi mlanding gunung, krinyu, bintami, tengsek, akasia, serta semak belukar.Penanganan oleh Tim GabunganSejak hari pertama kejadian, tim gabungan melakukan upaya pemadaman secara manual, evakuasi pendaki, serta pemantauan dan penyisiran di sejumlah titik terdampak.Pada Senin, 19 Oktober 2026, tim gabungan dari sejumlah basecamp melakukan pemadaman manual hingga pukul 21.00 WIB. Bersama Basarnas, tim juga melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.Pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan melalui jalur pendakian Gajah Mungkur. Meskipun kebakaran di petak 29 telah padam, titik api di sisi barat daya masih meluas dan mengarah ke jalur pendakian Gunung Sumbing melalui Desa Bowongso serta jalur Stikpala di Desa Butuh.Operasi kemudian dilanjutkan pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan melibatkan sekitar 300 personel melalui dua jalur pendakian, yakni jalur Stikpala, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, dan jalur Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa area yang menjadi fokus penanganan saat itu telah terbakar dan padam. Namun, titik kebakaran kembali teramati di wilayah sebelah barat, dekat perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung.Pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar 70 personel gabungan melaksanakan pemantauan dan penyisiran melalui jalur lama. Tim mendapati beberapa titik api, antara lain di bawah punggungan Pos 2, sisi timur Pos 2 yang mengarah ke wilayah Temanggung, serta kawasan In Memoriam.Selanjutnya, pada Jumat, 23 Oktober 2026, tim gabungan kembali melaksanakan operasi pemantauan dan penanganan titik api dengan mengerahkan personel melalui jalur Pos 2 dan kawasan In Memoriam. Operasi dihentikan sementara pada pukul 15.00 WIB akibat hujan. Berdasarkan laporan tim gabungan pada pukul 16.30 WIB, kebakaran di wilayah Kabupaten Wonosobo dinyatakan padam.Kendala PenangananDalam pelaksanaan operasi, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, antara lain angin yang cukup kencang, medan yang terjal, serta jarak pandang terbatas akibat kabut tebal. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan keamanan dan waktu pelaksanaan operasi di lapangan.Selama penanganan kejadian, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka berdasarkan laporan yang diterima.Pemantauan Tetap DilanjutkanMeskipun kebakaran di wilayah Kabupaten Wonosobo telah dinyatakan padam, upaya pemantauan dan monitoring tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa maupun muncul kembali.Sesuai rencana operasi, pada Sabtu, 24 Oktober 2026, tim gabungan dijadwalkan melaksanakan pemantauan menyeluruh di area bekas kebakaran. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kondisi kawasan tetap aman serta mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.Posko lapangan penanganan kebakaran Gunung Sumbing berada di Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar.Penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Basarnas, Perhutani, Yonif TP 444/SSN, Tim Labfor Polda Jawa Tengah, PMI, BAZNAS, perangkat daerah terkait, pemerintah desa, pengelola basecamp, relawan gabungan, dan masyarakat.BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, serta seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Sumbing untuk tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api.Informasi dan laporan kedaruratan dapat disampaikan melalui Call Center 112 (bebas pulsa, 24 jam) atau WhatsApp BPBD Kabupaten Wonosobo di 0813-1111-6976.BPBD Kabupaten WonosoboJl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, SelomertoTelepon/Faks: 0286-322908Email: [email protected]: https://bpbd.wonosobokab.go.idInstagram: https://instagram.com/bpbdwonosobo

Kebakaran Hutan di Gunung Pakuwaja, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyisiran Area Terdampak
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
37

Kebakaran Hutan di Gunung Pakuwaja, Tim Gabungan Lakukan Pemadaman dan Penyisiran Area Terdampak

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo bersama tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Pakuwaja, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyisiran lokasi, serta pembuatan sekat bakar untuk mengantisipasi penyebaran api.Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh masyarakat pada Sabtu (18/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Warga melihat kepulan asap di kawasan hutan lindung lereng Prambanan, tepatnya di petak 7-7, dengan luas baku kawasan mencapai 22,3 hektare.Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan di sekitar kawasan. Tim gabungan kemudian melakukan penanganan dengan membagi personel ke empat titik, yaitu Parikesit, Sembungan, Sikapuk, dan Lumping, agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih menyebar.Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.25 WIB. Selanjutnya, personel basecamp tetap bersiaga di puncak hingga sekitar pukul 19.15 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang terlewat.Bara Api Kembali MunculPada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, kembali terpantau kepulan asap di petak 7-4. Kemunculan asap tersebut diduga berasal dari sisa bara api kebakaran sebelumnya. Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman hingga pukul 20.00 WIB, dengan penanganan lanjutan direncanakan pada hari berikutnya.Pada Kamis (22/10/2026), sekitar 40 personel gabungan kembali diterjunkan untuk melakukan penyisiran, pemadaman, dan pembuatan sekat bakar di area terdampak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan potensi penyebaran api sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa bara.Estimasi Luas Area TerbakarBerdasarkan laporan penanganan per 22 Oktober 2026, estimasi luas area terbakar tercatat sebagai berikut:Petak 7-4: sekitar 1,25 hektare.Petak 7-7: sekitar 3,44 hektare.Dengan demikian, estimasi luas area terbakar pada kedua petak tersebut mencapai sekitar 4,69 hektare, berdasarkan angka yang dilaporkan. Data ini merupakan estimasi dan dapat diperbarui sesuai hasil verifikasi di lapangan.Vegetasi yang terdampak meliputi cemara siup, Acacia decurrens, pakis, dan krinyu. Kondisi medan yang terjal menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan penanganan kebakaran.Libatkan Berbagai UnsurPenanganan karhutla Gunung Pakuwaja melibatkan sekitar 40 personel dari berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Koramil Kejajar, Kecamatan Kejajar, Perhutani, Bagana, RPB Kejajar, paguyuban ojek, serta pengelola basecamp pendakian, termasuk Basecamp Seroja via Tieng, Basecamp Pakuwaja via Parikesit, Basecamp Pakuwaja via Sembungan, dan Basecamp Bismo.Selain melakukan asesmen, koordinasi, pemadaman, dan penanganan, pengelola Basecamp Pakuwaja via Parikesit juga menyusun jadwal pemantauan langsung untuk memastikan kondisi kawasan tetap terpantau dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.Imbauan kepada MasyarakatBPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, pengelola basecamp, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Pakuwaja agar meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau indikasi kebakaran kepada petugas maupun pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti.Upaya pemantauan dan koordinasi lintas unsur akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan.BPBD Kabupaten WonosoboJl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, Selomerto, Kabupaten Wonosobo.Kontak Informasi:WhatsApp: 0813-1111-6976Telepon/Faks: (0286) 322908Email: [email protected]: https://bpbd.wonosobokab.go.idInstagram: https://instagram.com/bpbdwonosobo

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
32

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing. Memasuki hari keempat penanganan, Kamis (22/10/2026), tim gabungan kembali diterjunkan untuk memantau sejumlah titik api yang teramati di beberapa lokasi kawasan gunung tersebut.Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB oleh porter pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar. Berdasarkan laporan awal, kebakaran terjadi pada ketinggian sekitar 2.500–2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Sejak laporan diterima, upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dan kerja sama berbagai unsur terkait, termasuk tim pengelola basecamp pendakian, relawan, serta petugas dari instansi terkait.Penanganan Berlangsung Selama Empat HariPada hari pertama, Senin (19/10/2026), tim gabungan dari sejumlah basecamp melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Bersamaan dengan itu, tim basecamp bersama Basarnas melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.Memasuki hari kedua, Selasa (20/10/2026), sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan. Tim dibagi menjadi lima regu dan bergerak menuju Pos 3 melalui jalur pendakian Gajah Mungkur. Saat itu, kebakaran di petak 29 dilaporkan telah padam, tetapi api di sisi barat daya masih meluas dan mengarah ke jalur pendakian Gunung Sumbing melalui Desa Bowongso serta jalur Stikpala, Desa Butuh.Operasi kemudian dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB karena kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penanganan hingga petang. Kabut tebal membatasi jarak pandang, sementara medan menuju titik api berupa lembah terjal dengan hamparan rumput tinggi dan kering yang berisiko bagi keselamatan personel.Dengan mempertimbangkan arah perluasan kebakaran, posko lapangan dipindahkan ke Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, guna mendukung koordinasi dan pemantauan di lapangan.Pada hari ketiga, Rabu (21/10/2026), sekitar 300 personel gabungan dikerahkan melalui dua jalur, yakni jalur pendakian Stikpala, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, dan jalur Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran. Kedua tim bergerak menuju Pos 3 atau titik penanganan kebakaran.Berdasarkan evaluasi pada pukul 18.00 WIB, area yang menjadi fokus penanganan dilaporkan telah terbakar dan api di lokasi tersebut telah padam. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, kembali terlihat kobaran api di wilayah sebelah barat, dekat perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, tim gabungan memutuskan untuk melanjutkan pemantauan dan monitoring secara berkala guna memastikan tidak ada lagi titik api.Pada hari keempat, Kamis (22/10/2026), sekitar 70 personel gabungan kembali melaksanakan apel dan bergerak menuju Pos 2 untuk melakukan pemantauan. Dalam kegiatan tersebut, tim mengamati tiga titik api, yaitu di bawah punggungan Pos 2 jalur lama, di sebelah timur Pos 2 jalur lama ke arah Temanggung, serta di area In Memoriam.Tim ditarik turun sekitar pukul 16.00 WIB karena waktu menjelang malam dan kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi. Pemantauan lanjutan dijadwalkan kembali pada Jumat (23/10/2026).Estimasi Luas Kebakaran dan Kendala LapanganBerdasarkan laporan Perhutani pada 21 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB, estimasi luas area terbakar tercatat mencapai sekitar 347 hektare, yang tersebar pada beberapa petak, yaitu petak 23-1, 23-2, 29-1, 29-2, 29-3, 29-6, dan 29-7.Sementara itu, laporan Perhutani pada 22 Oktober 2026 pukul 18.55 WIB mencatat adanya area terbakar tambahan dengan estimasi luas sekitar 15 hektare pada petak 23-2, 23-4, dan 23-6. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan laporan lapangan dan masih memerlukan pemutakhiran lebih lanjut.Dalam proses penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca yang cukup panas, angin yang relatif kencang, medan terjal, serta hamparan rumput tinggi dan kering. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi penanganan dan keselamatan personel di lapangan.Berdasarkan data sementara hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian kebakaran tersebut.Libatkan Berbagai UnsurPenanganan kebakaran hutan Gunung Sumbing melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Kesra, Tim Labfor Polda Jawa Tengah, Yonif TP 444 SSN, BAZNAS, Kecamatan Kalikajar, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Perhutani, puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, pemerintah desa, warga, pengelola basecamp, serta relawan gabungan.Sinergi lintas instansi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan, pemantauan, serta pengurangan risiko kebakaran di kawasan Gunung Sumbing.Pemantauan Dilanjutkan, Masyarakat Diimbau Tetap WaspadaBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait akan melanjutkan pemantauan dan monitoring ke lokasi kebakaran secara berkala, termasuk pada Jumat (23/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kemungkinan munculnya kembali titik api, serta mendukung tindak lanjut penanganan sesuai perkembangan situasi.Masyarakat, pendaki, pengelola basecamp, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Sumbing diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Informasi mengenai kondisi jalur pendakian dan perkembangan penanganan hendaknya diperoleh melalui sumber resmi dan pengelola basecamp terkait.BPBD Kabupaten Wonosobo akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada masyarakat.Sumber informasi: Situation Report (SITREP) IV BPBD Kabupaten Wonosobo, 22 Oktober 2026.Kontak Informasi BPBD Kabupaten WonosoboWhatsApp: 0813-1111-6976Telepon/Faks: (0286) 322908Email: [email protected]: https://bpbd.wonosobokab.go.idInstagram: https://instagram.com/bpbdwonosoboBPBD Kabupaten WonosoboJl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

UPDATE PENANGANAN KEBAKARAN HUTAN DI GUNUNG SUMBING: TIM GABUNGAN TERUS LAKUKAN MONITORING DAN PEMANTAUAN BERKALA
Berita
admin bpbd wonosobo 22 Okt 2026
10

UPDATE PENANGANAN KEBAKARAN HUTAN DI GUNUNG SUMBING: TIM GABUNGAN TERUS LAKUKAN MONITORING DAN PEMANTAUAN BERKALA

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo bersama unsur gabungan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan di lereng Gunung Sumbing yang telah berlangsung sejak Senin, 19 Oktober 2026 lalu.Kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh porter pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, pada Senin (19/10/2026) pukul 15.00 WIB. Titik api awal teridentifikasi berada di kisaran ketinggian 2.500 hingga 2.709 mdpl, tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Evakuasi Pendaki dan Pergerakan Titik ApiSejak hari pertama kejadian (H-1), tim gabungan bersama Basecamp dan Basarnas bergerak cepat melakukan evakuasi. Sebanyak 152 orang pendaki yang terdaftar sesuai registrasi berhasil dievakuasi dengan selamat.Operasi pemadaman darat melibatkan ratusan personel gabungan yang dibagi ke dalam beberapa regu. Pada hari kedua (Selasa, 20/10/2026), tim sempat mendaki hingga Pos 3 via Gajah Mungkur. Meskipun api di Petak 29 terpantau padam, tiupan angin kencang dan cuaca terik membuat api menjalar meluas ke arah barat daya menuju jalur pendakian via Desa Bowongso serta jalur Stikpala Desa Butuh. Demi keamanan personel akibat jarak pandang terbatas dan medan terjal berkabut tebal menjelang petang, operasi di hari kedua ditarik sementara ke posko.Memasuki hari ketiga (Rabu, 21/10/2026), posko lapangan resmi dipindahkan ke Basecamp Stikpala Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, menyusul pergerakan arah angin dan luasnya area terdampak. Sebanyak kurang lebih 300 personel gabungan dikerahkan melalui dua jalur pendakian (Stikpala Ds. Butuh dan Ds. Banyumudal Kec. Sapuran) untuk melakukan penyisiran dan pemadaman di titik-titik kebakaran.Situasi Terkini dan Kendala LapanganBerdasarkan hasil evaluasi tim pada Rabu malam (21/10/2026) pukul 18.00 WIB, sebagian besar area penanganan di lokasi utama dilaporkan telah habis terbakar dan padam. Namun, hasil pemantauan visual dari Basecamp Stikpala mendapati kemunculan kembali titik api di sebelah barat yang berada di area perbatasan antara wilayah Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung.Kendala utama yang dihadapi oleh tim gabungan di lapangan meliputi:Cuaca yang cukup terik dan panas.Tiupan angin yang cukup kencang.Medan geografis yang terjal dan curam.Hamparan rumput yang tinggi serta kering sehingga memicu cepatnya rambatan api.Berdasarkan pendataan sementara, estimasi luas area yang terdampak kebakaran mencapai ± 306 Hektar (meliputi Petak 29-1 dan 23-1) dengan jenis vegetasi yang terbakar berupa semak belukar di kawasan hutan lindung / rimba campur. Puji syukur, hingga saat ini korban jiwa maupun korban luka dilaporkan nihil. Seluruh pendaki dipastikan selamat.Rencana Operasi Selanjutnya (H-4)Pada hari Kamis, 22 Oktober 2026 ini, tim gabungan fokus melaksanakan agenda pemantauan dan monitoring lanjutan secara berkala ke lokasi area kebakaran guna memastikan tidak ada lagi sisa titik api (flare-up) yang dapat membahayakan kawasan hutan dan lingkungan sekitar.Unsur TerlibatPenanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas instansi dan elemen masyarakat, yang terdiri dari: BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Yonif TP 444 SSN, Pemerintah Kecamatan Kalikajar, Dinsos, DLH, Perhutani, Puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, Pemdes Lamuk, warga masyarakat, pengelola gabungan basecamp, serta unsur relawan gabungan.BPBD Kabupaten Wonosobo terus mengimbau masyarakat, para pendaki, dan stakeholder terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang kering dan potensi angin kencang di kawasan pegunungan.Kontak Darurat / Call Center BPBD Kabupaten Wonosobo:WhatsApp: 081311116976Telp/Fax: 0286-322908Email: [email protected]

Tim Gabungan Fokus Perluasan Area, Posko Penanganan Karhutla Gunung Sumbing Dipindahkan ke Basecamp Stikpala Ds. Butuh
Berita
admin bpbd wonosobo 21 Okt 2026
31

Tim Gabungan Fokus Perluasan Area, Posko Penanganan Karhutla Gunung Sumbing Dipindahkan ke Basecamp Stikpala Ds. Butuh

WONOSOBO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo merilis laporan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lereng Gunung Sumbing. Berdasarkan informasi awal dari porter pendakian via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, insiden kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB.Titik awal kebakaran teridentifikasi berada di kisaran ketinggian 2.500 hingga 2.700 mdpl pada Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Evakuasi Pendaki Berjalan Aman dan Nihil KorbanSejak hari pertama kejadian (H-1), Senin (19/10), tim gabungan dari berbagai basecamp bersama unsur Basarnas bergerak cepat melakukan upaya pemadaman manual sekaligus mengevakuasi seluruh pendaki. Tercatat sebanyak 152 pendaki yang sesuai dengan data registrasi berhasil dievakuasi turun dengan selamat. BPBD memastikan bahwa hingga saat ini korban jiwa maupun korban luka dilaporkan nihil.Kendala Lapangan dan Perkembangan Titik Api (H-2)Pada Selasa, 20 Oktober 2026 (H-2), sebanyak ±250 personel dari unsur tim gabungan dibagi menjadi 5 regu untuk diberangkatkan menuju Pos 3 area kebakaran via Gajah Mungkur.Meskipun titik api di Petak 29 berhasil dipadamkan, kondisi cuaca yang terik, angin kencang, serta medan yang terjal membuat api meluas ke arah barat daya. Pergerakan api kini mengarah ke jalur pendakian via Desa Bowongso dan jalur pendakian Stikpala Desa Butuh.Operasi pemadaman di lapangan ditarik kembali ke posko pada pukul 16.00 WIB. Keputusan ini diambil karena pertimbangan keselamatan tim, mengingat waktu yang mendekati petang, jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal, serta medan berat berupa lembah terjal dengan hamparan rumput yang tinggi dan kering.Pemindahan Posko Lapangan & Rencana Operasi Lanjutan (H-3)Mengingat arah perluasan api yang mendekati wilayah jalur pendakian Stikpala Desa Butuh, terhitung mulai hari ini posko lapangan penanganan kebakaran Gunung Sumbing dipindahkan ke Basecamp Stikpala Dsn. Garung, Ds. Butuh, Kec. Kalikajar.Rencana Operasi (Renops) hari ketiga (H-3) pada Rabu, 21 Oktober 2026, akan diawali dengan apel pagi bersama tim gabungan pada pukul 07.00 WIB untuk kembali melanjutkan strategi penanganan dan pemadaman titik api lanjutan.Unsur TerlibatPenanganan darurat ini melibatkan sinergi lintas sektoral yang terdiri dari: BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Yonif TP 444 SSN, Pemerintah Kecamatan Kalikajar, Dinsos, DLH, Perhutani, Puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, Pemdes Lamuk, warga masyarakat, gabungan pengelola basecamp, serta segenap relawan gabungan.BPBD Kabupaten Wonosobo terus memantau situasi secara berkala dan mengimbau masyarakat serta pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Informasi perkembangan lanjutan akan disampaikan secara berkala melalui saluran resmi BPBD.Narahubung / Media Center BPBD Kabupaten Wonosobo:Call Center: 112 (Bebas Pulsa 24 Jam)WhatsApp: 081311116976Telp/Fax: 0286-322908Email: [email protected]: @bpbdwonosoboWebsite: bpbd.wonosobokab.go.id

KEBAKARAN HUTAN TERJADI DI GUNUNG SUMBING, 152 PENDAKI BERHASIL DIEVAKUASI
Berita
admin bpbd wonosobo 20 Okt 2026
110

KEBAKARAN HUTAN TERJADI DI GUNUNG SUMBING, 152 PENDAKI BERHASIL DIEVAKUASI

Wonosobo, 19 Oktober 2026 — Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Sumbing pada Senin (19/10/2026). Informasi awal diterima dari porter pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.Upaya Penanganan dan EvakuasiMenindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan dari sejumlah basecamp pendakian bersama unsur terkait telah melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Selain itu, tim basecamp bersama Basarnas telah melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.Hingga laporan ini disusun, kebakaran belum berhasil dipadamkan. Operasi pemadaman pada malam hari belum dapat dilanjutkan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, sementara api dilaporkan terus meluas dan angin bertiup cukup kencang.Adapun luas area yang terdampak kebakaran hingga saat ini masih dalam proses pendataan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.Rencana Operasi LanjutanBPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur gabungan merencanakan evaluasi dan operasi penanganan serta pemadaman lanjutan pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan dijadwalkan diawali dengan apel pagi pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian tim dan pelaksanaan operasi sesuai hasil evaluasi serta kondisi di lapangan.Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini meliputi BPBD Kabupaten Wonosobo, TNI, Polri, Kecamatan Kalikajar, Pemerintah Desa Lamuk, Perhutani, gabungan basecamp pendakian, serta relawan gabungan.ImbauanBPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, dan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Sumbing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran hutan. Masyarakat dan pendaki diharapkan mematuhi arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.Perkembangan situasi dan upaya penanganan kebakaran akan disampaikan lebih lanjut sesuai hasil pemantauan dan laporan tim gabungan di lapangan.

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Wonosobo Salurkan 30.000 Liter Air Bersih ke Desa Trimulyo Wadaslintang
Berita
admin bpbd wonosobo 14 Okt 2026
26

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Wonosobo Salurkan 30.000 Liter Air Bersih ke Desa Trimulyo Wadaslintang

WONOSOBO, 14 Oktober 2026 – Guna menangani krisis air bersih akibat musim kemarau di wilayah rawan kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak 30.000 liter (6 armada tangki) ke Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, pada Selasa (13/10/2026).Kegiatan droping air bersih yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 17.30 WIB tersebut menyasar 7 titik pemukiman warga yang paling terdampak di Desa Trimulyo, yaitu:Dusun Menggora: RT 01, 02, 06 (RW 07) dan RT 05Dusun Jebengan: RT 05, 06, 08, 09, dan 10 (RW 04)Dusun Kalisat: RT 08Penyaluran air bersih ini berhasil menjangkau 354 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 960 jiwa yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan harian.Aksi pengiriman air bersih ini berjalan lancar berkat kolaborasi dan sinergi lintas unsur di lapangan, yang melibatkan personel BPBD Kabupaten Wonosobo, Polsek Wadaslintang, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Wadaslintang, RPB Sobo Alas, serta Pemerintah Desa Trimulyo."Pendistribusian air bersih ini merupakan komitmen berkelanjutan BPBD Wonosobo untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak kemarau tetap terpenuhi. Kami berterima kasih atas sinergi jajaran TNI-Polri, tim relawan, dan perangkat desa yang sigap membantu proses pembagian air di lapangan," ujar [Jay / TRC BPBD Kabupaten Wonosobo].BPBD Kabupaten Wonosobo terus memantau dinamika pasokan air di berbagai kecamatan dan mengimbau desa-desa yang mulai mengalami krisis air bersih untuk segera berkoordinasi melalui saluran resmi agar jadwal pendistribusian air dapat segera dipetakan.

Angin Kencang Terjang Mojotengah, Rusak Rumah Warga dan Jaringan PLN
Berita
admin bpbd wonosobo 14 Okt 2026
20

Angin Kencang Terjang Mojotengah, Rusak Rumah Warga dan Jaringan PLN

WONOSOBO, September 2026 – Bencana angin kencang menerjang kawasan permukiman warga di Dusun Sendang, Desa Blederan, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.Peristiwa cuaca ekstrem tersebut merusak bagian atap serta tembok rumah warga seluas 5x6 meter. Selain merusak bangunan rumah, terpaan angin kencang dan material yang terbawa juga menimpa jaringan listrik PLN di lokasi sekitar. Berdasarkan hasil asesmen cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 5.000.000.Merespons kejadian tersebut, tim gabungan BPBD Kabupaten Wonosobo bersama TNI, Polri, Pemerintah Desa Blederan, warga setempat, serta petugas teknis PLN langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, pembersihan material, dan koordinasi perbaikan jaringan listrik."Tim gabungan bergerak cepat mengamankan area terdampak serta berkoordinasi langsung dengan pihak PLN agar perbaikan jaringan listrik dapat segera tertangani dan tidak membahayakan warga," ujar [Wahab/ TRC BPBD Kabupaten Wonosobo].Imbauan Kesiapsiagaan Cuaca EkstremBPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba di tengah kondisi cuaca pasang surut musim kemarau:Pemeriksaan Kerentanan Bangunan: Memastikan struktur atap, baliho, atau kanopi dalam kondisi kokoh dan terikat kuat.Waspadai Bahaya Kelistrikan: Segera jauhi dan laporkan jika melihat kabel PLN yang terkelupas, putus, atau tertimpa material pohon/bangunan.Laporan Cepat: Segera laporkan potensi bahaya bencana di lingkungan sekitar melalui saluran resmi (+62 813-1111-6976) BPBD Kabupaten Wonosobo atau pemerintah desa setempat.

...