BPBD

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala

Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Meluas, Tim Gabungan Lakukan Pemantauan dan Penanganan Berkala
/ 5

admin bpbd wonosobo

Dipublikasikan 22 Oktober 2026

19 Dilihat

Wonosobo, 22 Oktober 2026 — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo terus melakukan upaya penanganan dan pemantauan kebakaran hutan di kawasan Gunung Sumbing. Memasuki hari keempat penanganan, Kamis (22/10/2026), tim gabungan kembali diterjunkan untuk memantau sejumlah titik api yang teramati di beberapa lokasi kawasan gunung tersebut.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB oleh porter pendakian Gunung Sumbing melalui jalur Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar. Berdasarkan laporan awal, kebakaran terjadi pada ketinggian sekitar 2.500–2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.

Sejak laporan diterima, upaya penanganan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dan kerja sama berbagai unsur terkait, termasuk tim pengelola basecamp pendakian, relawan, serta petugas dari instansi terkait.


Penanganan Berlangsung Selama Empat Hari

Pada hari pertama, Senin (19/10/2026), tim gabungan dari sejumlah basecamp melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Bersamaan dengan itu, tim basecamp bersama Basarnas melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.

Memasuki hari kedua, Selasa (20/10/2026), sekitar 250 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan. Tim dibagi menjadi lima regu dan bergerak menuju Pos 3 melalui jalur pendakian Gajah Mungkur. Saat itu, kebakaran di petak 29 dilaporkan telah padam, tetapi api di sisi barat daya masih meluas dan mengarah ke jalur pendakian Gunung Sumbing melalui Desa Bowongso serta jalur Stikpala, Desa Butuh.


Operasi kemudian dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIB karena kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk melanjutkan penanganan hingga petang. Kabut tebal membatasi jarak pandang, sementara medan menuju titik api berupa lembah terjal dengan hamparan rumput tinggi dan kering yang berisiko bagi keselamatan personel.

Dengan mempertimbangkan arah perluasan kebakaran, posko lapangan dipindahkan ke Basecamp Stikpala, Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, guna mendukung koordinasi dan pemantauan di lapangan.

Pada hari ketiga, Rabu (21/10/2026), sekitar 300 personel gabungan dikerahkan melalui dua jalur, yakni jalur pendakian Stikpala, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, dan jalur Desa Banyumudal, Kecamatan Sapuran. Kedua tim bergerak menuju Pos 3 atau titik penanganan kebakaran.


Berdasarkan evaluasi pada pukul 18.00 WIB, area yang menjadi fokus penanganan dilaporkan telah terbakar dan api di lokasi tersebut telah padam. Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, kembali terlihat kobaran api di wilayah sebelah barat, dekat perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, tim gabungan memutuskan untuk melanjutkan pemantauan dan monitoring secara berkala guna memastikan tidak ada lagi titik api.


Pada hari keempat, Kamis (22/10/2026), sekitar 70 personel gabungan kembali melaksanakan apel dan bergerak menuju Pos 2 untuk melakukan pemantauan. Dalam kegiatan tersebut, tim mengamati tiga titik api, yaitu di bawah punggungan Pos 2 jalur lama, di sebelah timur Pos 2 jalur lama ke arah Temanggung, serta di area In Memoriam.

Tim ditarik turun sekitar pukul 16.00 WIB karena waktu menjelang malam dan kondisi tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi. Pemantauan lanjutan dijadwalkan kembali pada Jumat (23/10/2026).


Estimasi Luas Kebakaran dan Kendala Lapangan

Berdasarkan laporan Perhutani pada 21 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB, estimasi luas area terbakar tercatat mencapai sekitar 347 hektare, yang tersebar pada beberapa petak, yaitu petak 23-1, 23-2, 29-1, 29-2, 29-3, 29-6, dan 29-7.

Sementara itu, laporan Perhutani pada 22 Oktober 2026 pukul 18.55 WIB mencatat adanya area terbakar tambahan dengan estimasi luas sekitar 15 hektare pada petak 23-2, 23-4, dan 23-6. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan laporan lapangan dan masih memerlukan pemutakhiran lebih lanjut.


Dalam proses penanganan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca yang cukup panas, angin yang relatif kencang, medan terjal, serta hamparan rumput tinggi dan kering. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi penanganan dan keselamatan personel di lapangan.

Berdasarkan data sementara hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian kebakaran tersebut.


Libatkan Berbagai Unsur

Penanganan kebakaran hutan Gunung Sumbing melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Wonosobo, Polres Wonosobo, Kesra, Tim Labfor Polda Jawa Tengah, Yonif TP 444 SSN, BAZNAS, Kecamatan Kalikajar, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Perhutani, puskesmas, Basarnas, CDK, PMI, pemerintah desa, warga, pengelola basecamp, serta relawan gabungan.

Sinergi lintas instansi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya penanganan, pemantauan, serta pengurangan risiko kebakaran di kawasan Gunung Sumbing.


Pemantauan Dilanjutkan, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

BPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur terkait akan melanjutkan pemantauan dan monitoring ke lokasi kebakaran secara berkala, termasuk pada Jumat (23/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan, mengidentifikasi kemungkinan munculnya kembali titik api, serta mendukung tindak lanjut penanganan sesuai perkembangan situasi.


Masyarakat, pendaki, pengelola basecamp, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Gunung Sumbing diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan. Informasi mengenai kondisi jalur pendakian dan perkembangan penanganan hendaknya diperoleh melalui sumber resmi dan pengelola basecamp terkait.

BPBD Kabupaten Wonosobo akan terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan menyampaikan perkembangan situasi secara berkala kepada masyarakat.


Sumber informasi: Situation Report (SITREP) IV BPBD Kabupaten Wonosobo, 22 Oktober 2026.

Kontak Informasi BPBD Kabupaten Wonosobo

  1. WhatsApp: 0813-1111-6976
  2. Telepon/Faks: (0286) 322908
  3. Email: [email protected]
  4. Website: https://bpbd.wonosobokab.go.id
  5. Instagram: https://instagram.com/bpbdwonosobo

BPBD Kabupaten Wonosobo

Jl. Jenderal Soeharto Km 5 No. 7, Kompleks DPUPR, Kalierang, Selomerto, Kabupaten Wonosobo.