admin bpbd wonosobo
Dipublikasikan 20 Oktober 2026
Wonosobo, 19 Oktober 2026 — Kebakaran hutan terjadi di kawasan Gunung Sumbing pada Senin (19/10/2026). Informasi awal diterima dari porter pendakian Gunung Sumbing via Gajah Mungkur, Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo.
Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan dengan ketinggian sekitar 2.500 hingga 2.709 meter di atas permukaan laut (mdpl), tepatnya di Petak 29 RPH Kleseman, BKPH Wonosobo, KPH Kedu Utara.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim gabungan dari sejumlah basecamp pendakian bersama unsur terkait telah melakukan upaya pemadaman secara manual hingga pukul 21.00 WIB. Selain itu, tim basecamp bersama Basarnas telah melaksanakan evakuasi terhadap 152 pendaki yang tercatat dalam data registrasi.
Hingga laporan ini disusun, kebakaran belum berhasil dipadamkan. Operasi pemadaman pada malam hari belum dapat dilanjutkan karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, sementara api dilaporkan terus meluas dan angin bertiup cukup kencang.
Adapun luas area yang terdampak kebakaran hingga saat ini masih dalam proses pendataan. Berdasarkan laporan sementara, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Rencana Operasi Lanjutan
BPBD Kabupaten Wonosobo bersama unsur gabungan merencanakan evaluasi dan operasi penanganan serta pemadaman lanjutan pada Selasa (20/10/2026). Kegiatan dijadwalkan diawali dengan apel pagi pada pukul 07.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian tim dan pelaksanaan operasi sesuai hasil evaluasi serta kondisi di lapangan.
Unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini meliputi BPBD Kabupaten Wonosobo, TNI, Polri, Kecamatan Kalikajar, Pemerintah Desa Lamuk, Perhutani, gabungan basecamp pendakian, serta relawan gabungan.
Imbauan
BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat, pendaki, dan seluruh pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan Gunung Sumbing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran hutan. Masyarakat dan pendaki diharapkan mematuhi arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Perkembangan situasi dan upaya penanganan kebakaran akan disampaikan lebih lanjut sesuai hasil pemantauan dan laporan tim gabungan di lapangan.